Berhati-hati keluarkan fatwa


PARA ulama salaf kita sangat takut dan berhati-hati di dalam mengeluarkan sebarang fatwa. Kadang-kadang mereka tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh masyarakat awam.

Mereka sangat menghormati orang yang berkata, “Aku tidak tahu” terhadap apa yang mereka selalu memberanikan diri dalam memberikan fatwa tanpa mempertimbangkan kesalahannya. Hal itu kerana ulama salaf sangat menghormati dan mengagungkan masalah fatwa. Mereka sedar banyak orang yang akan mengikuti mereka jika sesuatu fatwa dikeluarkan.

Orang yang paling takut memberi fatwa adalah para sahabat. Kebanyakan daripada mereka tidak mahu menjawab suatu pertanyaan yang diajukan masyarakat sebelum meminta pendapat sahabat yang lain. Pada hal mereka adalah orang-orang yang diberikan oleh Allah SWT kecerdasan, kesucian, pertolongan dan kebenaran.

Rasulullah SAW sendiri kadang-kadang ditanya tetapi tidak mahu menjawab sebelum Baginda bertanya kepada Jibril AS.

Demikian juga al-Khulafa ar-Rasyidin, pada hal mereka adalah orang-orang yang diberi ilmu yang luas oleh Allah SWT. Jika mereka mendapatkan kesulitan dalam suatu pertanyaan, mereka mengumpulkan para sahabat, orang-orang yang berilmu dan mereka bermusyawarah serta meminta pendapat mereka. Dari sinilah timbul fatwa Jumhur Ulama (ijtimak) pada generasi pertama.

Utbah bin Muslim berkata, “34 bulan lamanya aku bersahabat dengan Abdullah Ibnu Umar, kebanyakan pertanyaan yang diajukan kepadanya ia selalu menjawab, “Aku tidak tahu.”

Atha bin Saib memberikan kesaksian, “Aku dapati beberapa kaum jika salah seorang daripada mereka ditanya tentang suatu permasalahan agama, maka ia menjawab dengan gementar (kerana takut terkeliru) – Rujuk Kitab al-Ahkam

Umar al-Khattab RA pernah berucap, “Orang yang paling berani berfatwa adalah orang yang paling berani masuk neraka.” – Rujuk Kitab al-Talkhis

Jika kita membicarakan tentang para ulama tabiin, kita akan menjumpai yang paling alim di antara mereka adalah Said bin al-Musayyib RA namun jarang sekali beliau menyampaikan fatwa kecuali disertai doa, “Ya Allah, selamatkan aku dan selamatkanlah ucapan daripadaku.”

Qasim bin Muhammad, salah seorang daripada tujuh ahli fikah di Madinah pernah ditanya tentang suatu masalah. Ia menjawab, “Aku kurang faham” Maka orang itu bertanya kembali, “Sesungguhnya aku datang kepadamu kerana aku tidak tahu orang alim selain dirimu.”

Maka Qasim berkata kepadanya, “Janganlah kamu melihat panjangnya janggutku dan banyaknya orang yang ada di sekitarku. Demi Allah aku kurang tahu permasalahan itu.”

Bersuara seorang tua dari Quraisy yang duduk di sampingnya, “Wahai putera saudaraku, jawablah pertanyaan itu, demi Allah di majlis ini tidak ada orang yang lebih pandai daripadamu.” Lantas jawab al-Qasim, “Demi Allah, aku lebih senang dipotong lidahku daripada aku harus mengatakan sesuatu yang tidak aku ketahui.”

Menurut Ibnu Qayyim, memperkatakan tentang halal dan haram tanpa ilmu yang mencukupi dan tanpa dalil merupakan dosa besar seperti firman Allah bermaksud: Janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut oleh lidah kamu secara dusta, ini halal dan ini haram, untuk kamu mengada-adakan pembohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang ada-adakan pembohongan terhadap Allah tidaklah akan beroleh kejayaan. (an-Nahl: 116)

Kedudukan fatwa dalam Islam amat penting, justeru itu para ulama yang ingin berijtihad dan memberi fatwa hendaklah mengikuti imam-imam mujtahid seperti Syafie, Maliki, Hanbali, Hanafi dan lain-lain.

Syeikh Yusuf Qaradawi merumuskan sebagai berikut: “Tidak harus memberi fatwa bagi mereka yang tidak mahir dalam ilmu usul fiqh, tentang qias dan illatnya dan bila qias boleh digunakan. Begitu juga tidak harus memberi fatwa mereka yang tidak mengkaji pendapat-pendapat ulama kitab-kitab mereka, dalil-dalil yang digunakan serta masalah-masalah terhadap persepakatan dan perbezaan pandangan mereka.” (rujuk Dr. Yusuf al-Qaradawi, al-Fatwa)

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: